Home
»
»Unlabelled
» Cara Memelihara Larva dan Benih Ikan
Update Terbaru sumber blogBlog viral
Update Terbaru sumber blogBlog viral
Update Terbaru sumber blogBlog viral
Update Terbaru sumber blogBlog viral


30
Jul
2013
Cara Memelihara Larva dan Benih Ikan
Larva adalah anak hewan avertebrata yang masih harus mengalami modifikasi menjadi lebih besar atau lebih kecil untuk mencapai bentuk dewasa. Menurut Lagler (1956), larva adalah organisme yang masih berbentuk primitif atau belum mempunyai organ tubuh lengkap seperti induknya untuk menjadi bentuk definitif yaitu metamorfosa.
Perkembangan stadia larva meliputi stadia pro-larva dan stadia pasca larva. Stadia pro-larva merupakan tahap larva yang masih memiliki kuning telur, sedangkan stadia pasca larva merupakan tahaplarva yang telah habis kuning telurnya dan masa penyempurnaan organ-organ tubuh yang ada. Akhir stadia ini ditandai dengan bentuk larva yang sama dengan induknya yang biasa disebut dengan juvenil atau benih ikan. Larva ikan yang baru menetas memiliki kuning telur. Larva tersebut mengambil makanan dari kuning telur. Kuning telur akan habis setelah larva berumur 3 hari. Setelah kuning telur habis, larva mengambil makanan dari luar atau lingkungan hidupnya.
Larva ikan yang dibudidayakan harus dilakukan pemeliharaan untuk mencapai stadia benih. Wadah yang dapat digunkan untuk melakukan pemeliharaan larva ini bermacam-macam. Wadah pemeliharaan larva ini antara lain dapat berupa bak atau kolam. Pada pemeliharaan di bak yang perlu diperhatikan adalah sanitasi wadah sebelum digunakan untuk pemeliharaan dengan cara wadah direndam menggunakan larutan Methilen Blue 100 ppm selama 24 jam, kemudian dikuras dan diisi air bersih. Sedangkan wadah yang menggunakan kolam, sebelum digunakan harus disiapkan terlebih dahulu.
ikan nila segar
Persiapan kolam pemeliharaan larva/pendederan meliputi perbaikan pematang, pengolahan dasar kolam, perbaikan pipa pemasukan dan pengeluaran, pemupukan dan pengapuran. Perbaikan pematang bertujuan untuk mencegah kebocoran kolam. Kebocoran kolam dapat diakibatkan oleh binatang air seperti belut, ular, kepiting dan lain-lain. Pematang yang bocor mengakibatkan air kolam tidak stabil dan benih ikan lolos keluar kolam. Perbaikan pematang yang bocor dilakukan dengan menyumbat bagian yang bocor menggunakan tanah atau ijuk. Pengolahan dasar olam dilakukan dengan mencangkul dasar kolam.
Tujuan mengolah dasar kolam adalah untuk menguapkan gas beracun yang terdapat di dasar kolam. Tanah yang baru dicangkul diratakan. Setelah dasar kolam rata, lalu dibuat saluran ditengah kolam. Saluran ini disebut kemalir. Kemalir berfungsi untuk memudahkan pemanenan dan sebagai tempat berlindung benih ikan pada siang hari dan jika ada predator (pemangsa). Kemalir dibuat mulai dari pipa pemasukan air sampai pipa pengeluaran air. Kemalir dibuat dengan ukuran lebar 0,5 meter dan kedalaman 0,3 meter. Pipa pemasukan dan pengeluaran air dilengkapi saringan.
Fungsi saringan pada pipa pemasukanan adalah untuk menghindari masuknya ikan liar atau sampah, sedangkan fungsi saringan pada pipa pengeluaran adalah untuk menghindari lolosnya benih ikan keluar kolam. Setelah melakukan pengolahan dasar kolam dan perbaikan pematang, dilakukan pengapuran. kemudian Pengapuran bertujuan untuk membasmi bibit penyakit dan meningkatkan kadar pH tanah. Kapur di tebar merata di dasar kolam. Dosis kapur yang di tebar adalah 10 – 50 gr/m2 . Untuk kolam baru diperlukan 50 – 150 kg kapur/m2 Kapur ditebarkan pada dasar kolam lalu dicampur dengan lapisan lumpur paling atas sedalam 5 cm .
Seminggu kemudian lakukan emupukan dengan 50 – 100 kg pupuk kandang/100 m2, TSP 0,25 kg/100 m2, dan urea 0,25 kg/100 m2. Semprot kolam dengan menggunakan pestisida golongan organophosphat seperti Sumithion, Argothion, dan Diazinon dengan konsentrasi 3 – 4 ppm. Kolam sudah dapat diairi 5 – 7 hari setelah semua rangkaian kegiatan tersebut diatas dilakukan. Kolam yang telah di pupuk dan dikapur segera ditutup pipa pengeluaran air. Selanjutnya pipa pemasukan air di buka. Setelah ketinggian air 20 – 30 cm, tutup pipa pemasukan air. Biarkan kolam selama 5 – 7 hari. Hari ke – 8 benih ikan dapat di tebar ke kolam untuk didederkan.
tipspetani sarikan dari : http://carabudidaya.com
Update Terbaru sumber blogBlog viral
Update Terbaru sumber blogBlog viral
Update Terbaru sumber blogBlog viral
Update Terbaru sumber blogBlog viral
Recent Posts
- PERAN DAUN MURBEI DALAM MENJAGA KESEHATAN TUBUH01 Dec 20230
profile Selama ini kita hanya mengenal buah murbei sebagai salah satu buah sehat yang menjadi bahan ...Read more »
- CARA MERAWAT KUCING HUTAN AGAR JINAK DAN SEHAT04 Nov 20230
CARA MERAWAT KUCING HUTAN AGAR JINAK DAN SEHATSaat ini kucing hutan banyak dipelihara dan mulai popu...Read more »
- WARNA BUNGA DAN ARTINYA04 Nov 20231
WARNA BUNGA DAN ARTINYA Say it with flowers, itulah ungkapan yang sering kita dengar untuk meng...Read more »
- CARA MENANAM DAN MERAWAT BUNGA LAVENDER28 Oct 20230
CARA MENANAM DAN MERAWAT BUNGA LAVENDER Bunga lavender adalah bunga yang memiliki ciri khas ya...Read more »
- MANFAAT TANAMAN KALIANDRA YANG SERBAGUNA24 May 20211
MANFAAT TANAMAN KALIANDRA YANG SERBAGUNANama asli tanaman ini adalah Xilip de Qorcolorado. Ia didata...Read more »
- MENGENAL GAYA TANAMAN BONSAI05 Feb 20201
Gaya atau style tanaman bonsai bermacam-macam, ada puluhan macam gaya bonsai yang diterapkan...Read more »
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
Catat Ulasan
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.